Pembangunan JPO GOR Ciracas Lamban : Mandor Keluhkan Pengawasan Ketat Dinas Bina Marga DKI
JAKberita.com — Jakarta Timur — Proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan GOR Ciracas, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, masih berjalan namun berjalan lambat. Kendati anggaran mencapai Rp8.746.350.890,00 dan waktu pelaksanaan ditetapkan 210 hari kalender, pelaksana di lapangan mengeluhkan pengawasan yang dinilai terlalu ketat dari Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta serta konsultan pengawas.
Berdasarkan data pada papan proyek yang dipasang di lokasi, pembangunan ini dibiayai Anggaran Tahun 2026, dengan kontrak bernilai Rp8.746.350.890,00. Kontrak ditandatangani melalui nomor 1178/TM.12.27 tanggal 19 Mei 2026, dan nomor 1179/TM.12.27 pada tanggal yang sama. Konsultan pengawas yang ditunjuk adalah PT. Wahana Prakarsa Utama, sedangkan pelaksana konstruksi PT. Pangindho Ham Mbe.
Toni, mandor pelaksana di lokasi, menyampaikan keluh kesahnya kepada wartawan di lokasi, Senin (31/8/2026). Ia menunjuk ke arah sejumlah petugas yang sedang memeriksa setiap bagian pekerjaan dengan saksama.
“Lihat itu, ada empat orang pengawas sedang meneliti setiap pekerjaan,” ujar Toni sambil menunjuk ke arah tim pengawas yang sedang melakukan pemeriksaan.
Menurutnya, pengawasan yang terlalu ketat dan detail di setiap tahapan membuat laju pekerjaan menjadi lambat. Setiap tahap harus menunggu persetujuan dan pemeriksaan tim pengawas sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
Hingga saat ini, kerangka besi utama jembatan sudah terpasang melintasi Jalan Raya Bogor, namun pengerjaan lantai, pagar, dan akses tangga belum rampung. JPO ini diharapkan dapat mempermudah warga dan pengunjung GOR Ciracas menyeberangi jalan yang padat tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta maupun konsultan pengawas belum memberikan tanggapan terkait keluhan tersebut. Warga berharap proyek ini dapat segera diselesaikan sesuai jadwal agar dapat dimanfaatkan secara optimal.




