Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 468x60
Metropolitan

Pagelaran Wayang Kulit “Semar Gugat” Meriahkan HUT ke-81 RI di Jakarta Timur

206
×

Pagelaran Wayang Kulit “Semar Gugat” Meriahkan HUT ke-81 RI di Jakarta Timur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pagelaran Wayang Kulit “Semar Gugat” Meriahkan HUT ke-81 RI di Jakarta Timur

JAKARTA TIMUR —JAKberita.com Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Gugat” digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut mengusung tema “Wayang untuk Persaudaraan dan Penguatan Budaya Nasional Indonesia.”

Example 300x600

Pagelaran yang mempertemukan unsur Kepjawen KWN ke-5 dan Kejawen ke-12 tersebut berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB, bertempat di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jalan Dr. Sumarno No. 1, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.

Lakon Semar Gugat dibawakan oleh dalang Ki Ndower Joyo Utomo. Dalam poster kegiatan juga tercantum Ki Aluefa Handaru Ananta sebagai dalang remaja fenomenal.
Pagelaran turut dimeriahkan oleh sejumlah sinden, di antaranya Legit Mustika Pualam, Nova, dan Pepi, yang disebut sebagai sinden cilik dan sinden viral.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan melestarikan seni budaya wayang kulit kepada masyarakat. Pesan persaudaraan dan penguatan budaya nasional menjadi salah satu tema utama yang diangkat dalam pagelaran tersebut.

Berdasarkan informasi pada poster, kegiatan juga didukung sejumlah organisasi dan komunitas kebudayaan. Pagelaran tersebut turut disiarkan secara langsung melalui kanal komunitas Wayang Nusantara.
Pelestarian Budaya di Tengah Perubahan Zaman
Pagelaran wayang kulit dinilai memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi Indonesia. Wayang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan moral, nilai kehidupan, serta kearifan lokal kepada generasi muda.

Melalui lakon Semar Gugat, penyelenggara membawa semangat kebudayaan sekaligus persaudaraan dalam momentum peringatan kemerdekaan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Nusantara.

Kegiatan yang di motori murni oleh masyarakat tersebut mendapat persetujuan Pemkot Adm.Jakarta Timur untuk menggunakan halaman kantor walikota sebagai tempat penyelenggaraan walaupun Bapak Munjirin selaku Walikota Jakarta Timur tidak dapat hadir karena kesibukannya.

Sementara Ketua Umum Forum Betawi Rempug (( FBR) KH.Lutfi Hakim MA, memberikan apresiasi nya atas pagelaran wayang kulit tersebut

“Saya sangat mengapresiasinya. Apalagi wayang kulit adalah salah satu dari sekian banyak kesenian nusantara, sudah seharusnya kita jaga bersama.

Selain itu, pertunjukan wayang kulit bukan sekadar tontonan namun juga sarat dengan tuntunan—lewat karakter tokoh tokoh yang dimilikinya.

Kegiatan ini Relevan sekali, sebab di Cakung juga terdapat wayang kulit Betawi—dengan 2 dalang, yaitu Ki dalang Marzuki dan Ki Comong, ujar Ketua Umum FBR itu mengapresiasi.

“Jadi, tokoh-tokoh yang terdapat dalam dunia pewayangan bukan sesuatu yang baru dan asing bagi masyarakat Betawi.” Pungkasnya.

JAKberita.com akan terus mengedepankan pemberitaan mengenai kegiatan masyarakat, kebudayaan, serta berbagai agenda yang memiliki nilai edukasi dan pelestarian budaya nasional.(jb/Ryu)

Example 300250
Example 120x600