Terminal Kampung Rambutan Makin Ramai Pengunjung, Tertib dan Aman
Jakarta Timur – JAKberita.com |Terminal Kampung Rambutan yang dulu kerap dicap semrawut, kurang nyaman, dan penuh kesan tidak tertib kini menunjukkan wajah yang jauh berbeda. Sejak dipimpin Kepala Terminal Revi Zulkarnaen, kawasan terminal tipe A di Jalan TB Simatupang, Ciracas, Jakarta Timur, ini bertransformasi menjadi lebih tertata, rapi, aman, dan nyaman. Perubahan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya jumlah pengunjung dan penumpang yang merasa lebih tenang saat menunggu atau berangkat.
Dulu, Terminal Kampung Rambutan identik dengan kesan kacau. Penumpang sering mengeluhkan ketidakteraturan, ketidaknyamanan ruang tunggu, hingga rasa tidak aman. Kini, gambaran tersebut perlahan hilang. Penataan ulang area terminal, penertiban aktivitas yang mengganggu, serta peningkatan pelayanan menjadi fokus utama manajemen di bawah kepemimpinan Revi Zulkarnaen.
“Terminal ini harus menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi penumpang. Kami terus berupaya menata agar semuanya tertib dan rapi,” demikian arah kebijakan yang diterapkan pengelola terminal.
Perubahan yang terlihat antara lain penataan area keberangkatan dan kedatangan, peningkatan kebersihan, penertiban penjualan tiket agar lebih terpusat dan teratur, serta penguatan pengamanan. Fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, mushola, pusat informasi, dan layanan pelanggan juga diperbaiki agar penumpang merasa lebih nyaman. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan instansi terkait, ikut memperkuat rasa aman di kawasan terminal, terutama saat arus mudik atau libur panjang.
Hasilnya cukup nyata. Pengunjung dan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun angkutan perkotaan semakin ramai. Banyak penumpang yang sebelumnya enggan menunggu lama di terminal kini memilih datang lebih awal karena suasana yang lebih tertib dan terkendali. Pedagang di sekitar terminal juga merasakan dampak positif karena suasana yang lebih kondusif menarik lebih banyak orang.
Selain aspek ketertiban dan keamanan, pengelola terus mendorong budaya kebersihan dan kesadaran bersama. Program pemilahan sampah serta penataan fisik kawasan, seperti pengecatan dan perapian area, ikut mendukung kenyamanan jangka panjang. Langkah-langkah ini sejalan dengan modernisasi yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir, termasuk penyediaan layanan tiket yang lebih terorganisir.
Revi Zulkarnaen dan jajarannya menekankan bahwa perubahan tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal budaya pelayanan. Dengan terminal yang lebih tertib dan aman, kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum berbasis terminal diharapkan terus meningkat.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Pengelola terus berupaya menjaga konsistensi ketertiban, terutama menghadapi lonjakan penumpang pada musim libur. Imbauan kepada penumpang untuk datang tepat waktu, menggunakan layanan resmi, dan menjaga kebersihan bersama terus digaungkan.
Transformasi Terminal Kampung Rambutan menjadi bukti bahwa pengelolaan yang konsisten dan berorientasi pada kenyamanan penumpang mampu mengubah citra sebuah fasilitas publik. Dari yang dulu terkesan semrawut, kini terminal ini hadir lebih ramah, tertib, dan aman—sehingga makin banyak masyarakat yang memilih datang dan merasa nyaman di sana.*(jb/red)



