Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 468x60
BeritaMetropolitan

WORKSHOP BIMBINGAN ISLAMI MEMBENTUK KETAHANAN KELUARGA SAKINAH.

145
×

WORKSHOP BIMBINGAN ISLAMI MEMBENTUK KETAHANAN KELUARGA SAKINAH.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WORKSHOP BIMBINGAN ISLAMI MEMBENTUK KETAHANAN KELUARGA SAKINAH.

Jakarta- jakberita.com | Di sela pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang, terdapat sejumlah kegiatan pendukung, diantaranya adalah WORKSHOP BIMBINGAN ISLAMI MEMBENTUK KETAHANAN KELUARGA SAKINAH.

Kegiatan ini digagas oleh Divisi Takmir Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) yakni Workshop Konsultasi Keluarga Sakinah dengan tema “Menguatkan Ketahanan Keluarga Melalui Konsultasi dan Bimbingan Islami Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah”, dilaksanakan Minggu, 13 September 2026, di Hotel Grand Arkenso Park view, Kota Semarang.

Example 300x600

Peserta program ini diikuti oleh Majelis Taklim dan Komunitas Jakarta Islamic Centre (JIC). Workshop sebagai wadah pembinaan, edukasi, dan konsultasi bagi masyarakat dalam memahami berbagai persoalan keluarga sekaligus memperkuat upaya membangun keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat PPIJ, KH. Muhyiddin Ishaq , serta beberapa narasumber, diantaranya KH. Ma’mun Al Ayyubi, Ketua DMI DKI Jakarta; KH. Ahmad Ibnu Abidin, Lc, Kepala Divisi Takmir; dan Dr. Ir. H. Rasyidi HY, S.H., M.M., CPA., C.Med, Kepala Divisi Pengkajian, Pendidikan & Perpustakaan. Bertindak sebagai moderator Dr. Marhadi Muhayar.

Dalam sesi Workshop Konsultasi Keluarga Sakinah
Ikut hadir Jhon Odius, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, dan H. Afiffuddien, Kepala Divisi Komunikasi dan Penyiaran PPIJ.

“Diharapkan melalui workshop ini, peserta mendapatkan pemahaman tentang konsep keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah sesuai dengan ajaran Islam. Peserta juga didorong untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya komunikasi dan kerja sama yang baik dalam kehidupan rumah tangga”. Ujar Dr. Ir. H. Rasyidi HY, S.H., M.M., CPA., C.Med, sebagai salah seorang narasumber menerangkan.

Menurut mantan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta ini,
“Kendala utama dalam membentuk kehidupan keluarga yang Islami adalah minim atau lemahnya pemahaman ilmu agama. Kemudian diperparah dengan pengaruh budaya, egoisme, kemudian tantangan lingkungan modern,ujar nya.

“Karena minimnya pengetahuan Ilmu Agama dan Pemahaman Peran sebagai anggota keluarga.
Banyak pasangan menikah tanpa memahami hak dan kewajiban suami secara Islam. ” Konsep suami selaku pemimpin (qawam) yang amanah dan istri yang taat.” Papar Haji Rasyidi kepada JAKberita.com. di Jakarta Utara Kamis ( 17/9/26)

“Selain itu sebagian mereka tidak memiliki pengetahuan bagaimana cara mengelola konflik dalam rumah tangga, yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.” Imbuhnya.

Ketua Baitul Muslimin PDI.P DKI Jakarta ini juga kemudian mengatakan “Benturan dengan Budaya dan Tradisi Keluarga, yang
sering mengutamakan kebiasaan atau tradisi keluarga besar yang bertentangan dengan prinsip syariat. Kondisi ini juga menjadi kendala.

Disisi lain yang tidak kalah pentingnya Haji Rasyidi menambahkan dari segi ekonomi, “Tekanan Ekonomi dan Materialisme
Masalah finansial yang tidak dimanage dengan tawakal dan syukur kerap kali merusak keharmonisan”.

“Karena adanya kecenderungan menilai kebahagiaan rumah tangga hanya dari materi semata, bukan karena ridha Allah.” Pungkasnya”.(Daus).

Example 300250
Example 120x600