JAkberita. com – Bintan Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjung Uban, Kelurahan Kota, Kecamatan Bintan Utara, menjadi salah satu akses transportasi laut yang menghubungkan masyarakat Bintan dan Batam. Setiap harinya, pelabuhan ini melayani penumpang yang bepergian dari Tanjung Uban menuju Batam maupun sebaliknya dengan menggunakan speedboat bermesin tempel.
Namun, kondisi fasilitas di area menuju ujung pelabuhan masih menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, Kamis (1/10/2026), akses dari lokasi pembelian tiket menuju tempat naik dan turun penumpang belum dilengkapi atap pelindung.
Kondisi tersebut membuat penumpang harus berhadapan langsung dengan cuaca saat hendak naik maupun turun dari speedboat. Ketika hujan turun, penumpang berpotensi kehujanan selama berjalan menuju titik keberangkatan maupun saat tiba di pelabuhan.kelurahan kota, kecamatan bintan utara, kabupaten bintan, provinsi kepri.
Situasi itu terlihat ketika hujan mengguyur kawasan pelabuhan. Sejumlah kru speedboat berinisiatif memberikan pelayanan tambahan dengan membawa payung dan membantu memayungi penumpang, baik yang baru tiba dari Batam maupun penumpang yang akan berangkat dari Tanjung Uban.
Inisiatif kru tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kenyamanan penumpang di tengah keterbatasan fasilitas pelabuhan.
Salah seorang penumpang yang tidak ingin disebutkan namanya berharap kondisi fasilitas tersebut dapat menjadi perhatian pihak terkait.
“Ke depannya kami berharap fasilitasnya bisa lebih baik lagi, terutama untuk kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Ini kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya.
![]()
Pelabuhan Bulang Linggi memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat karena menjadi salah satu jalur penghubung laut antara Bintan dan Batam. Aktivitas penumpang yang cukup tinggi membuat keberadaan fasilitas pendukung yang memadai menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan transportasi.
Masyarakat berharap pihak pengelola dan instansi pemerintah yang berwenang dapat memperhatikan kondisi tersebut, termasuk menyediakan fasilitas pelindung seperti atap pada akses menuju titik keberangkatan dan kedatangan.
Dengan demikian, penumpang tidak harus kembali bergantung pada payung atau bantuan kru ketika hujan turun.
Pelabuhan Bulang Linggi bukan sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan speedboat, tetapi juga menjadi salah satu pintu penghubung antarpulau yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Karena itu, peningkatan fasilitas dan kenyamanan di pelabuhan diharapkan dapat menjadi perhatian, seiring pentingnya jalur transportasi laut bagi masyarakat Bintan dan Batam.
penulis khl




