Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 468x60
BeritaNasional

Dua Hari Blackout, Tanjung Uban Lumpuh Total, PERPAT Soroti Kinerja ULP PLN

155
×

Dua Hari Blackout, Tanjung Uban Lumpuh Total, PERPAT Soroti Kinerja ULP PLN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

jakberita.com— Bintan Pemadaman listrik yang berlangsung hingga dua hari di wilayah Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, mendapat sorotan keras dari Ketua PERPAT Bintan Utara, Darsono. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, pelaku usaha, hingga UMKM yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Darsono menilai hingga kini belum ada penjelasan yang dianggap memadai dari pihak ULP PLN Tanjung Uban terkait penyebab pemadaman yang berdampak luas terhadap masyarakat.

Example 300x600

“Terjadi pemadaman listrik di Tanjung Uban. Sampai saat ini belum ada penjelasan yang jelas kepada warga dan masyarakat Tanjung Uban terkait persoalan ini,” ujar Darsono.

Menurutnya, gangguan listrik dalam skala besar seharusnya dapat diantisipasi dengan kesiapan sistem kelistrikan, termasuk ketersediaan sumber daya atau mesin cadangan apabila terjadi gangguan jaringan.

“Seharusnya ULP PLN memiliki mesin atau sumber cadangan. Apabila koneksi jaringan bermasalah dan terjadi pemadaman berskala besar, cadangan tersebut bisa digunakan untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat,” tegasnya.

Darsono juga mempertanyakan keberadaan mesin pembangkit yang sebelumnya berada di wilayah Tanjung Uban namun disebut telah dipindahkan ke Desa Mantang.

“Ini yang menjadi pertanyaan kami. Kenapa mesin listrik yang sebelumnya ada di Tanjung Uban dipindahkan ke Desa Mantang? Kalau memang mesin tersebut merupakan cadangan, tentu masyarakat berhak mendapatkan penjelasan mengenai alasan pemindahan dan bagaimana kesiapan PLN ketika terjadi pemadaman besar,” katanya.

Tak hanya soal pasokan listrik, Darsono juga menyayangkan komunikasi antara masyarakat dan pihak ULP PLN Tanjung Uban. Ia mengaku telah berupaya bertemu dengan kepala ULP PLN untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, namun menurutnya upaya tersebut tidak mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.

“Sangat disayangkan ketika kami dari PERPAT ingin bertemu dengan kepala ULP PLN Tanjung Uban, tetapi ditolak. Kami datang bukan untuk mencari masalah, tetapi ingin meminta penjelasan dan menyampaikan keluhan masyarakat,” ungkap Darsono.

Ia menegaskan, persoalan pemadaman listrik bukan sekadar masalah teknis. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama pedagang kecil, UMKM, pelaku usaha, serta aktivitas pelayanan publik.

PERPAT Bintan Utara meminta pihak PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab blackout, langkah penanganan, kesiapan mesin cadangan, serta alasan pemindahan mesin dari Tanjung Uban ke Desa Mantang.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi pihak yang menerima dampaknya tanpa mendapatkan informasi yang jelas. PLN harus hadir memberikan kepastian dan penjelasan kepada masyarakat,” tegas Darsono.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak ULP PLN Tanjung Uban belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah pertanyaan yang disampaikan PERPAT Bintan Utara tersebut.

Masyarakat kini menunggu penjelasan: apa sebenarnya penyebab blackout selama dua hari, bagaimana kesiapan sistem cadangan PLN, dan mengapa mesin yang disebut-sebut sebagai cadangan Tanjung Uban justru berada di wilayah lain? (jb/khl)

penulis khl

Example 300250
Example 120x600
Example 300x250
Berita

Jakarta -jakberita.com | RDF adalah singkatan dari Refuse Derived Fuel. Ini adalah bahan bakar yang dihasilkan dari pengolahan sampah (terutama sampah…

Example 300x250