Nelayan Muara Angke Mengeluh Minta Kapal Rusak Direlokasi Menghambat Kapal Bersandar
Jakarta –Muara Angke | jakberita.com Sejumlah pemilik kapal yang beroperasi di Dermaga Penurunan Ikan Bandeng, Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, meminta agar kapal-kapal yang sudah rusak dan tidak lagi beroperasi segera direlokasi dari area dermaga. Keberadaan kapal-kapal tersebut dinilai mengganggu aktivitas bongkar muat ikan yang setiap hari berlangsung cukup padat.
Menurut para pemilik kapal, kapal-kapal yang telah lama mangkrak itu tidak hanya mempersempit ruang sandar, tetapi juga kerap menjadi penyebab terjadinya benturan dengan kapal lain yang sedang keluar maupun masuk dermaga. Akibatnya, sejumlah kapal aktif mengalami kerusakan pada bagian lambung sehingga menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.
Untuk mencari solusi, para pemilik kapal menggelar pertemuan pada Kamis sore (9/7/2026). Melalui juru bicara mereka, H. Goto, disepakati akan mengirimkan surat kepada Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UP3) Muara Angke dan Syahbandar Perikanan Muara Angke agar memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami berharap kapal-kapal yang sudah rusak dan tidak lagi beroperasi dapat dipindahkan ke dermaga lain yang aktivitasnya tidak terlalu padat. Dengan begitu, area bongkar muat menjadi lebih aman dan dapat dimanfaatkan oleh kapal-kapal nelayan yang masih aktif,” ujar H. Goto kepada wartawan.
Ia menjelaskan, keberadaan kapal-kapal mangkrak tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan ada yang sudah bertahun-tahun bersandar tanpa ada perbaikan maupun pemindahan.
Senada dengan itu, Hasirin, salah seorang pemilik kapal yang berpangkalan di Muara Angke, mengungkapkan bahwa sebelumnya para pemilik kapal rusak melalui perwakilannya pernah berjanji akan memperbaiki kapal-kapal tersebut dalam waktu enam bulan.
“Namun hingga kini janji tersebut belum juga direalisasikan. Kapal-kapal itu tetap dibiarkan berada di lokasi dan mengganggu aktivitas nelayan lainnya,” kata Hasirin.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang pemilik kapal yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku kapalnya beberapa kali mengalami benturan saat akan bersandar karena ruang gerak di dermaga semakin sempit akibat keberadaan kapal-kapal yang sudah tidak aktif.
Atas kondisi tersebut, para pemilik kapal berharap UP3 Muara Angke di bawah Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta bersama Syahbandar Perikanan Muara Angke segera mengambil langkah dengan mengimbau pemilik kapal-kapal yang mangkrak agar memindahkan kapalnya ke lokasi yang lebih sesuai.
Sementara itu warga berharap Kepala UP3 Muara Angke dapat memberikan solusi atas permasalahan ini yang berimbang dan berkeadilan, pinta warga mengakhiri.
Penulis: ZA
Editor:R.Y.Untoro













